ODCnews.com
Manado – Pemerintah Kota Manado melalui Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Dr. Steven Dandel, memberi apresiasi terhadap peran, Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado yang proaktif dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk yang menyentuh langsung peran tokoh agama dan masyarakat.
Hal ini di sampaikan Dandel saat menghadiri kegiatan tatap muka triwulanan bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.
Kegiatan ini berlangsung di kantor Kecamatan Wanea dan menjadi pertemuan ke-6 dari total 11 kecamatan yang akan disambangi dalam tahun 2025.
Dandel, juga menyentil fenomena sosial belakangan ini, seperti maraknya anak-anak menjadi badut jalanan atau pengemis di lampu lalu lintas, yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.
“Anak-anak ini terpaksa mencari nafkah, sementara orang tuanya tidak bekerja. Ini eksploitasi terselubung yang harus kita tangani bersama. Kami sudah instruksikan kepada Bakesra agar mengidentifikasi anak-anak ini, afiliasi ke rumah ibadah mana, dan siapa tokoh agama yang bisa membina mereka,” ujarnya.
Mantan Jubir Covid 19 Pemprov Sulut juga menyinggung insiden yang sempat viral baru-baru ini di kawasan Megamas, yang menunjukkan potensi kerawanan sosial di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Manado yang mencapai 5,63%, melampaui rata-rata nasional.
“Kondusivitas harus dijaga. Karena kalau tidak, maka pertumbuhan ekonomi pun akan terganggu. Kami minta agar semua pihak, termasuk tokoh agama, turut serta dalam pembinaan sosial masyarakat,” imbuhnya.
Dandel menyampaikan bahwa Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang sangat menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dalam menyelesaikan persoalan sosial dan kriminalitas.
“Setiap pelaku kriminal, kami minta dilacak, mereka ini terhubung dengan rumah ibadah mana? Supaya pendekatannya bukan cuma hukum, tapi juga pembinaan sosial dan keagamaan,” tandasnya.
Sementara itu Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt. Judi Tunari, M.Th, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran berbagai elemen, mulai dari perwakilan Pemerintah Kota Manado, jajaran Polresta Manado, Kodim 1309/Manado, hingga para tokoh agama lintas iman.
“Kegiatan ini penting karena mengingatkan kembali akan tugas dan tanggung jawab kita semua, khususnya para tokoh agama, untuk tetap mengawal dan menjaga toleransi serta kerukunan di Kota Manado,” ujar Pdt. Judi.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini disiapkan secara matang, termasuk penyediaan konsumsi hingga siang hari, dengan harapan peserta tidak terburu-buru meninggalkan lokasi, demi membahas isu-isu strategis secara menyeluruh. (*/YuBas)