Program Pusat 3 Juta Rumah, Dinas Perkim Manado, Menunggu Respon Telah melayangkan Data Warga Miskin Yang Belum Memiliki Rumah 

ODCnews.com
Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat terkait tempat tinggal bagi warga yang kurang mampuh, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Manado, Pemkot Manado berupaya seoptimal mungkin memenuhi kebutuhan primer masyarakat akan tempat tinggal untuk berlindung dan beristirahat.
Seperti yang di sampaikan Kepala Dinas Perkim Kota Manado Pieter Eman ST, untuk saat ini Pemkot Manado, telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat sesui janji presiden probowo untuk memberikan bantuan 3 juta rumah, dengan telah melayangkan  data penduduk miskin yang sampai saat ini belum memiliki rumah.
Menurut Pieter pengusulan penduduk Kota Manado yang belum memiliki rumah sudah kami lakukan lewat Kementerian PUPR sebelum berubah menjadi Kementerian Perumahan melalui by name by adress.
Dari sinilah dasar Pemerintah Pusat akan menentukan alokasi berapa rumah berdasarkan kebutuhan yang disesuaikan dengan Anggaran Pemerintah Pusat.
“Ini sudah kami lakukan dan ajukan ke PUPR sebelum menjadi Kementerian Perumahan,” ucap Eman
Selain itu kata pria low profile yang pernah menjabat sebagai Kaban (BPBD) Kota Manado ini, sejak kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr Richard Sualang,hal ini telah diusulkan dan sudah disetujui tinggal menunggu realisasi dari pemerintah pusat lewat kementerian.

Selain itu ada dua rumah susun (Rusun) yang kami bangun yang terletak di Kelurahan Dendengan dan Tanah Coklat namun proses ya diulang kembali sesuai petunjuk serta ketentuan yang ada.

Seperti si ketahui sejak tahun 2022 ada tiga Rusunawa yang dibangun oleh Pemerintah Kota yang terletak di Kelurahan Karame yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat, Rusun Tanah Coklat serta Rusunawa di Kelurahan Tuminting yang belum ada penyerahan aset oleh PUPR.
“Sampai saat ini kita memiliki 4 Rusunawa dan yang beroperasi baru 3,” tukasnya.
Saat ditanya apa ada target pembangunan Rusunawa  ditahun 2025 ini ? Pieter mengatakan, target kita pada tahun 2026 akan membangun satu unit Rusunawa dengan mengunakan dana (APBD) diluar pengusulan ke pusat.
“Target kita akan bangun satu unit Rusunawa tahun 2026,” pungkasnya.
Sementara itu, pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) harus dilakukan secara komprehensif dengan infrastruktur lain, terutama yang menunjang penggunaan rusunawa tersebut, di antaranya air, listrik, dan transportasi.
“Jangan sampai bangunan yang sudah ada menjadi mubazir akibat tidak ada penghuninya. Sebab kalau tidak cepat dihuni, maka bangunan ini lama kelamaan akan rusak,” ujarnya.(YuBas)