Banyak Keluhan, Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Hentikan Sementara

Sulut – ODCNews.com
Vaksinasi Covid-19, jenis Vaksin AstraZeneca, untuk sementara di hentikan penggunaanya, hal tersebut sesuai surat edaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk di kaji kembali

Tertera dengan nomor 440/Sekr/001.VC19.E/III/2021 tertanggal Sabtu 27/3/2021 Vaksin asal Negara Inggris ditandatangani Kepala Dinkes dan Sulut, dr Debie KR Kalalo MSC PH itu, dengan jelas menerangkan bahwa pemberian vaksinasi dengan jenis AstraZeneca dihentikan sementara sambil menunggu penjelasan selanjutnya.

“Sehubungan dengan pelayanan vaksinasi Covid-19 dl wilayah Kota Manado dan Kota Bitung dengan jenis vaksin AstraZeneca, bersama ini kami sampaikan agar pelayanan dengan jenis vaksin tersebut dapat dihentkan sementara, sambil menunggu penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan dan WHO.

Representative Indonesia,” bunyi surat tersebut sembari menambahkan bahwa terkait surat resmi yang telah dikirimkan oleh Dinkes tanggal 26 Maret 2021 perihal laporan berdasarkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), di mana rata-rata keluhan sasaran yaitu mengalami demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas.

Surat pemberitahuan
Surat tersebut telah dikirimkan dengan tembusan Guberur Sulut, Wagub Sulut, Sekprov Sulut, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Kemenkes RI, WHO to Representative Indonesia, Wali Kota Manado dan Wali Kota Bitung.

Terkait surat tersebut, Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel mengklarifikasi dan menegaskan kembali bahwa pengehentian vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca, sifatnya sementara.

“Hal ini dilakukan sebagai langkah kehati hatian atau precaution. Langkah hati-hati ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebesar 5 sampai dengan 10 persen dari total yg divaksin Astra Zeneca.

Munculnya KIPI ini, dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual dan muntah. “Dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek samping (adverse effect) dari vaksin AstraZeneca yang sifatnya sangat sering terjadi (Very Common, artinya 1 diantara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 diantara 10 sampai dengan 1 diantara 100),” jelasnya.

“Kami perlu mempersiapkan komunikasi resiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Komunikasi risiko yang diambil, langkah pertamanya didahului dengan investigasi oleh Komda KIPI bersama Dinkes, Kemenkes dan WHO, sebelum dilakukan media release,” tukasnya.

Langkah ini, kata Daniel juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan pola dan pendekatan vaksinasi terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi. “Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yg terdampak KIPI,” tandasnya.

Dampak KIPI, sebenarnya sudah disampaikan langsung kepada penerima vaksin di meja 4, dalam proses skrining. Terkait apa yang harus dilakukan, berikut nomor telephone yang dapat dihubungi. (yudi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.