Buah Semangka Desa Bajo Viral. Gubernur Olly, Kucurkan Asuransi buat Petani dan Peternak Sulut.

Manado, odcnews.com – Panen buah semangka yang dilakukan Orang nomor satu Sulut Gubernur Olly Dondokambey, saat ini menjadi viral di media sosial, karena hampir di setiap postingan orang, banyak mengabadikan berfoto memegang buah yang nama latinnya Citrullus lanatus tersebut.

Selain Viral buah semangaka ini juga membawa berkah tersendiri bagi para petani semangka di Desa Bajo, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan.

Seperti yang diutarakan salah satu petani semangka Desa Bajo Suban Damopolii, menurutnya kami tidak menyangka kalo buah semangka yang kita tanam bisa membawa berkah untuk desa kami.

“Kami merasa bersyukur dan ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Kita Pak Olly Dondokambey, telah membuka jalan bagi para petani semangka di desa kami, saat ini banyak permintaan buah semangka yang datang dari luar, namun stok kita masih terbatas, kedepan semoga kita akan semakin siap lahan-lahan tidur di desa akan kita garap untuk di tanam buah semangka.” Ujar Suban yang sebelumnya kerjaan sehari-hari nelayan di Desa Bajo.

Betapa tidak, buah semangka merah dan kuning non biji dari bibit unggul Amara F1 tersebut di borong pak Gebenur Olly dengan membeli 10 ton semangka dari petani senilai kurang lebih Rp 40 juta.

Seperti diketahui dalam kegiatan hasil kerjasama Pemprov Sulut bersama Kementerian Pertanian RI dan pihak Asuransi Jasindo ini, Olly menyampaikan kabar baik bahwa pemerintah menyiapkan asuransi untuk melindungi aset petani dan peternak di Sulut.

Asuransi yang diberikan untuk usaha tani di 10 kabupaten dan kota dan usaha ternak pada 4 kabupaten dan kota di Sulut ini dikhususkan bilamana terjadi gagal panen dan ternak mati.

“Kalau petani dan peternak rugi torang bayar,” kata Olly langsung disambut gembira seluruh petani dan peternak yang hadir dalam pertemuan.

Ia menuturkan bahwa pada tahap awal ini baru tanaman jenis padi yang dicover dengan asuransi pertanian. Berikutnya, tanaman jagung.

Sementara premi asuransi saat ini diberikan bagi 3.000 hektar lahan pertanian padi di 10 kabupaten kota di Sulut.

Sementara itu, Manajer Jasindo Sulut, Saut Tarida Hasiholan menerangkan bahwa bantuan premi ini ditalangi 80% oleh Kementerian Pertanian, 20% sisanya ditanggung Pemprov Sulut.

“Preminya per hektar lahan sebesar Rp 180 ribu untuk satu musim tanam. Jika gagal panen karena kekeringan, banjir, hama atau penyakit, maka akan diberikan ganti rugi,” kata Hasiholan.

Diketahui, untuk setiap hektar lahan yang mengalami gagal panen akan diganti melalui asuransi sebesar Rp 6 juta. Sementara untuk Minsel, terdapat 95 hektar lahan milik 102 petani yang dicover asuransi pertanian.

Selain asuransi pertanian, pemerintah juga memberikan asuransi bagi 1.000 ekor sapi milik peternak di Sulut, dimana Kementan menanggung 80 % dan Pemprov Sulut sebesar 20 %.

Premi asuransi peternak sebesar Rp 200.000 per ekor, dimana Rp 160 ribu ditalangi Kementan, sisanya Rp 40 ribu oleh Pemprov Sulut. Total bantuan untuk 1.000 ekor mencapai Rp 200 juta.(yudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.