Kerukunan Di Sulut Harga Mati Tak bisa di Tawar-Tawar, ini Penuturan Gub. OD

Sulut-odcnews.com
Dasar Kerukunan Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) tak lepas dari tiga pilar, tiga pilar tersebut yaitu pilar budaya, Pilar Tokoh Agama dan Pilar Pemerintah. Pilar pertama yaitu Kebudayaan menjadi salah satu penopang kerukunan di Provinsi Sulawesi Utara karena adanya budaya “Mapalus”. Pilar kedua yaitu tokoh Agama menjadi motor penggerak diselami masyarakat dan berperan dalam menyerukan kedamaian. Pilar ketiga yaitu Pemerintahan dimana pemerintah mengambil peran penting dengan bekerjasama dengan Tokoh Agama untuk menjaga kerukuanan di Provinsi Sulawesi Utara.

Meskipun masyarakatnya majemuk, kehidupan 2,62 juta jiwa Penduduk Sulawesi Utara yang berada di 11 kabupaten dan 4 kota hingga saat ini terus berjalan rukun damai serta harmonis walau berbeda etnis, religi, budaya dan adat istiadat.

Keadaan kondusif ini tak terlepas dari keberhasilan Gubernur Olly Dondokambey mewujudkan toleransi antar umat beragama di Sulut dan selalu mengaungkan spirit Torang Samua Ciptaan Tuhan kepada seluruh warganya.

Terbukti, Setara Institute menyatakan Kota Manado dan Tomohon sebagai kota paling toleran pada urutan ke 3 dan 4 dari 10 kota paling toleran se Indonesia sesuai laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020 yang diumumkan di Jakarta pada pekan lalu.

Adapun 10 kota paling toleran di Indonesia yaitu Salatiga (skor 6,717), Singkawang (6,450), Manado (6,200), Kota Tomohon (6,183), Kupang (6,037), Surabaya (6,033), Ambon (5,733), Kediri (5,583), Sukabumi (5,546), dan Bekasi (5,530).

Diketahui, Gubernur Olly juga berkomitmen terhadap kemajuan membangun kebersamaan dan merawat kemajemukan Sulut.

“Mari kita jaga kebersamaan ini. Masyarakat Sulawesi Utara selalu menjaga kerukunan antar umat beragama,” kata Olly beberapa waktu lalu. (yudi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.