Makalalag: Animo Pekerja Migran Asal Sulut Ke Jepang Sangat Tinggi

Sulut – ODCNews.com
Pekerja migran masih menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar ke Tanah Air, hal tersebut membuat UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI) Manado terus melakukan sosialisasi di Sulawesi Utara (Sulut), salah satu nya peluang kerja ke Negeri Sakura Jepang pada jabatan Care Worker melalui program Specified Skilled Workers (SSW).

Adapun lembaga yang digandeng untuk turut memberikan materi adalah PT Jayadi Global Education Center cabang Manado yang berkonsentrasi pada pelatihan bahasa Jepang dan kemampuan perawat lansia.

Menurut pelaksanaan acara, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag bahwa antusiasme warga Sulawesi Utara yang ingin bekerja ke Jepang melalui program SSW dan G to G sangat tinggi.

“Animo masyarakat Sulut yang ingin bekerja ke Jepang sangat tinggi karena kami setiap harinya selalu memberikan pelayanan bagi masyarakat yang bertanya tentang program SSW dan G to G, baik itu melalui telepon, media sosial, maupun yang datang langsung untuk bertanya ke kantor kami,” jelas Hendra.

Suasana sosialisasi peluang kerja ke Jepang pada jabatan Care Worker melalui program Specified Skilled Workers (SSW) di kantor UPT BP2MI Manado.
Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa saat ini UPT BP2MI Manado yang ia pimpin telah menyelenggarakan sosialisasi program SSW dan G to G setiap dua minggu sekali.

“Melihat tingginya antusiasme warga Sulut, maka kami berinisiatif menyelenggarakan sosialisasi gratis dan terbuka untuk umum setiap dua minggu sekali, untuk menjelaskan program SSW dan G to G ke Jepang bertempat di kantor kami Jln. Babe Palar no.96 Manado. Sosialisasi yang diadakan hari ini juga sudah yang ke enam kalinya kami selenggarakan di tahun ini,” sebut Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker dan Nurse lewat program SSW dan G to G menawarkan gaji yang sangat menggiurkan.

“Gaji untuk pemula saja bisa menyentuh angka 20 jutaan/bulan, dengan izin tinggal selama 5 tahun dan persyaratan yang cukup mudah yaitu minimal usia 18 tahun, berijazah SMA/SMK serta memiliki kemampuan berbahasa Jepang minimal N4 dan sertifikat skill Care Worker. Dengan penghasilan sebesar itu PMI dan keluarganya pasti akan terjamin kesejahteraannya serta dapat membantu pemerintah daerah untuk menambah pemasukan bagi daerah lewat remitansi,” tutupnya.(yudi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.