Makalalag :  BP2MI jadi jari solusi Atasi Pengangguran di Masa Pandemi  menjadi Pekerja migran sekaligus duta wisata

Manado – odcnews.com
Berbagia cara di lakukan Pemerintah untuk keluar dari kerisis global akibat Pandemi Covid -19, trutama dalam mengatasi pengangguran pekerjaan akibat PHK, Satu trobosan yang dilakakan
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado bisa menjadi solusi masalah tersebut.

Hal ini ditegaskan Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag.S.IP, Saat di jumpai di kantor BP2MI Manado yang terletak di jalan babe palar No 96, Teling Atas.

Menurut Makalalag, menjadi tenaga migran merupakan solusi terbaik dalam rangka mengatasi pengangguran karena saat ini permintaan pekerja migran Indonesia mencari ratusan ribu tenaga kerja. “Jepang merupakan salah satu negara yang membuka peluang bagi pekerja migran, begitu juga Korea dan Vietnam,” kata Makalalag yang juga di iyakan oleh Kasi Penempatan BP2MI Manado Ronny Anis,SE, MSi.

Dikatakannya, UPT BP2MI saat ini sedang memgadakam trobosan berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara dalam rangka pembiayaan pendidikan dan pelatihan migran.

“Program saya yang pertama yakni harus melaksanakan perintah Undang-undang nomor 18 tahun 2017 pasal 40 terkait keterlibatan Pemerintah daerah, Gubernur, Bupati/Wali Kota dalam rangka pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia,” jelas

“Untuk itu kami sedang berupaya agar biaya pendidikan dan pelatihan pekerja migran bisa dianggarkan dalam APBD Propinsi dan Kabupaten/Kota,” ujar Makalalag.

Dirinya optimis, perlindungan bagi PMI asal Sulawesi Utara bekerja di luar negeri akan lebih maksimal, jika sinergitas dengan pemerintah daerah terjalin bagus.

“saya berharap, kita bisa memberangkatkan PMI kita dari Bandara Sam Ratulangi Manado, tidak lagi lewat jalur luar daerah,” tutur Papa Santri panggilan pangilan akrabnya.

Selanjutnya pria asal Bolmong tersebut mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan stakeholder untuk mengutamakan peran PLK (Pusat Latihan Ketenagakerjaan) di daerah dan penyediaan anggaran pendidikan dan pelatihan tenaga kerja di dinas terkait.

“PLK ini nantinya akan berperan sebagai tempat pelatihan dan pendidikan calon PMI sebelum pergi ke negara tujuan. Kalau PMI sudah terlatih, sehingga bisa menghindari para mafia atau sindikat,” jelas Makalalag.

Menurut Makalalag, jika peran PLK dimaksimalkan, maka perang terhadap sindikat, sesuai slogan BP2MI Sikat Sindikat akan bisa dimaksimalkan.

“Kami juga akan membentuk Satgas (Satuan Tugas) untuk Sulut. Saya juga ingin dan akan membangun basis data pekerja mingran Indonesia dari Sulawesi Utara. Dan saya juga akan sediakan ruangan khusus untuk teman-teman media agar kita bisa diskusi dan membantu sosialisasi program BP2MI,” tandas Makalalag sembari berharap dengan sinergitas yang terbangun bersama pemerintah daerah dan media, pandangan masyarakat tentang PMI bisa berubah.

“Kita harus dapat merubah persepsi publik terhadap PMI, ingatlah bahwa mereka (PMI) adalah pahlawan devisa,” tegas peria mura senyum tersebut. (yudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.