Pasca Sembuh Bung Brani, Baru percaya Covid 19 itu ada. Ini ceritanya

Manado – odcnews.com
Ada cerita tersendiri tentang wabah virus Corona (Covid 19) yang sempat dialami oleh Bung Benny Rhamdani Tokoh Bolaang Mogondouw yang saat ini di percayakan Presiden Jokowi untuk menakhodai jabatan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI )

Menurut tokoh yang sering di sapa BRANI ini pada awal mula dirinya tidak percaya akan penyakit corona. “saya awalnya orang yang sama sekali tidak percaya terhadap penyakit corona,” ungkap Mantan Senator DPD RI saat di temui ODCNews. Rabu (20/01).

Brani menuturkan, karena ketidak percayaan dirinya terhadap penyakit mematikan itu, maka dirinya tidak takut bahkan tak segan-segan bersalaman dengan sahabat, rekan kerja bahkan tamu saat menjabat Kepala BP2MI RI.

“Istri dan anak saya sudah pernah positif Corona tapi saya tidak pernah” aku Brani.
Selama enam bulan dirinya melaksanakan tugas kenegaraan tidak pernah takut dengan penyakit yang namanya corona.

Padahal sosok politisi yang juga menjabat Plt. DPD Hanura Sulut tersebut punya penyakit bawaan yakni Asma. Namun dirinya selalu berpegang teguh Berdoa pada Tuhan dan menjaga stamina tubuh selama imun kuat akan terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

“Tanggal 26 Desember saya drop, saya baru tau saya positif penyakit Corona,” terangnya. Di kisahkan Brani, awal dirinya mengetahui bahwa diserang penyakit corona setelah penciumannya mulai terganggu dan sering mengalami pusing dan demam.

“Saya mau pergi sholat, biasanya pakai minyak wangi seperti juga sahabat-sahabat saya orang kristen mau ke gereja juga pasti pakai minyak wangi,” cerita Brani. Walaupun minyak wangi sekelas pejabat negara ini wanginya cukup menggoda tapi Brani mulai hilang indra penciumannya.

“Kok, bau wanginya tidak ada. Pulang sholat, saya pakai lagi minyak wangi tapi aroma wanginya tidak ada. Saya pikir, mungkin karena minyak wanginya sudah hampir habis sehingga aromanya sudah hilang,” ungkapnya.

Tak puas dengan minyak wangi sendiri, sosok yang dikenal dekat dengan rakyat ini meminta minyak wangi anaknya. “Saya sudah pakai minyak wangi anak saya tapi penciuman tetap hilang. Di sini saya baru tau bahwa tubuh saya mulai drop, kemudian saya ditemani staf karena istri sudah pulang ke Manado, maka saya langsung periksa dan hasilnya positif Corona,” katanya.

Setelah positif, Brani kemudian diisolasi mandiri selama 16 hari. “Saya baru sadar penyakit corona itu ada, “Saya merasa sangat lemah sekali,” ungkap Brani. Untuk itu mari kita jaga kesehatan selalu mamatuhi anjuran pemerintah untuk selalu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).” Saat menutup pembicaraan. (yudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.