PDI Perjuangan Sulawesi Utara Optimis Sapu Bersih Pilkada Serentak 2020

Manado, odcnews.com- Jelang pilkada serentak di Sulawesi Utara semakin panas kendati di tengah pandemi. Suksesi yang puncaknya 9 Desember 2020 disambut optimis PDI Perjuangan Sulawesi Utara dengan target menang total di 7 paket pemilihan kepala daerah Sulut, Manado, Bitung, Tomohon, Boltim dan Bolsel.

“Kami optimis dan akan berjuang untuk kemenangan di 7 paket pemilihan kepala daerah nanti,” ungkap wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Bidang Kaderisasi dan Organisasi PDI Perjuangan Sulawesi Utara Berty Kapoyos, Minggu (2/8).

Omongan Berty, kader PDI Perjuangan dari dapil Minut-Bitung itu, bukan tanpa alasan. Karena PDI Perjuangan sebagai pemenang Pilgub 2015 dan Pilleg 2019.

“Kemenangan Pilgub 2019, Pilleg DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD di sebelas kabupaten/kota adalah rekor, karena baru PDI Perjuangan yang meraih pencapaian ini,” katanya.

Diapun menjelaskan, kemenangan PDI Perjuangan tersebut kuncinya adalah kesetiaan para kader partai pada ideologi Pancasila yang disusun oleh pendiri bangsa yakni Soekarno.

Menurut Berty, para kader PDI Perjuangan meyakini Pancasila selalu hidup di hati rakyat. “Ketua Umum kami, Ibu Megawati, juga sudah membuktikan pada masa-masa sulit bisa tetap tegar menjadi corong suara rakyat yang tidak bisa menyuarakannya,” urainya.

Kunci kedua, kata dia, adalah soliditas organisasi partai yang berbasis masyarakat akar rumput.

“PDI Perjuangan selalu menyerap aspirasi masyarakat akar rumput, membahasnya diinternal partai, serta kemudian menyuarakan dan mengakomodasi aspirasi tersebut,” tambahnya.

Sedangkan kunci ketiga, menurutnya adalah proses kaderisasi yang baik dan terorganisir sehingga menghasilkan sosok calon pemimpin yang dapat diandalkan di kemudian hari.

“Proses kaderisasi yakni menjadikan kader sebagai calon pemimpin, berproses dari bawah, tidak bisa serta-merta langsung menjadi pengurus” jelasnya.

“Karena itu, PDI Perjuangan Sulawesi Utara optimis dapat meraih kemenangan pilkada serentak. Karena PDI Perjuangan bergerak atas dasar ideologi, kekuatan gotong-royong, serta kepemimpinan yang membangun kepartaian, dinilai lebih penting dari pada popularitas individu” tegas Berty.(marhaen)

Leave a Reply

Your email address will not be published.