Pilkada Sulut Dilaksanakan 9 Desember

Bertempat di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak. Rapat yang digelar secara video conference (vidcon) tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Jumat (5/6/2020).

Hasil rapat adalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Utara dipastikan akan digelar Desember 2020.

“Sudah sepakat sesuai arahan Menkopolhukam dan Mendagri pilkada tetap digelar 9 Desember 2020,” ujar Wagub Steven Kandouw.

Di masa pandemi Covid-19 Wagub menjelaskan dalam pelaksanaan pilkada nantinya akan menggunakan protokol pencegahan corona.

“Protokol Covid tetap harus dijalankan yaitu social distancing dan physical distancing dengan menggunakan alat pencegah berupa masker, hand sanitizer, sarung tangan, bilik disinfektan, serta bilik suara akan diatur jaraknya,” jelas Wagub.

Terkait dengan anggaran Pilkada, Wagub menuturkan bahwa Sulut sedang menangani Covid-19 sehingga ada penambahan anggaran.

“Dengan adanya covid ini tentu ada penambahan anggaran dan karena tidak adanya rakor-rakor yang dilaksanakan berarti banyak dana yang tidak terpakai, sehingga akan dikompilasi antara anggaran pertambahan dan Rekonsiliasi anggaran,” tambah Wagub.

Rapat juga dihadiri oleh KPU RI, Bawaslu RI, dan Kepala Daerah baik Provinsi dan Kabupaten Kota yang akan menggelar Pilkada.

Sebelumnya, ketika vidcon berlangsung, Mendagri Menteri Tito Karnavian mengatakan ada sejumlah alasan yang mendasari Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan meski masih di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Kesepakatan jadwal pemungutan suara pada 9 Desember mendatang, lanjut Mendagri, juga berdasarkan hasil Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU, Banwaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Rabu (27/5/2020).

“Selain sebagai keputusan politik bersama, alasan Pilkada tetap dilaksanakan meski dalam kondisi pandemi yaitu sebagai etalase kedewasaan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Selain itu juga menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk berdemokrasi di tengah pandemi seperti hal negara-negara lain di dunia,” kata Mendagri.

Oleh karenanya, Mendagri menginstruksikan agar pemda melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam pelaksanaan Pilkada sehingga seluruh tahapan dapat berjalan aman, sukses dan lancar.

“Perlu diingat, Pilkada kali ini kita lakukan dalam kondisi yang berbeda karena harus mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan, jalankan semua sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku dan sudah ditetapkan,” pungkasnya. (Dkips/ik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.