Warga Tompaso Complaint Proyek Pipa Air PGE Terkesan Abal Abal

Minahasa – odcnews.com
Polemik keluhan Masyarakat di Desa Tompaso , Minahasa
tentang proyek pekerjaan yang tengah berjalan dari Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lahendong terkait keberadaan pipa air yang terkesan semeraut yang mengganggu aktivitas warga sekitar.

Untuk itu, Aliansi Masyarakat Tompaso Raya (Amator) meminta penjelasan tentang pekerjaan dari Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lahendong terkait keberadaan pipa air yang mengganggu aktivitas warga sekitar.

Ketua Amator, Donny Muaya mengatakan pihaknya ingin masalah ini terselesaikan secepatnya, karena menurutnya keberadaan pipa tersebut tidak memiliki ijin dan standar sesuai aturan yg ada.

” Kami melayangkan surat kepada PGE Lahendong yang berada di kecamatan Tompaso, terkait keberadaan pipa yang menurut kami tidak memiliki ijin, yang kami lihat dilapangan pipa tersebut menonjol di permukaan, dan tentunya warga sudah mengeluhkan tentang keberadaan pipa tersebut dan kami Amator Tompaso Raya mengakomodir dengan melayangkan surat akan tetapi belum ada respon dari pihak PGE,” tutur Muaya, Senin (21/12).

Menurut Muaya, pipa air tersebut sudah digunakan saat pengerjaan pemboran di R1 dan R2, yang pekerjaannya sudah selesai.

” Tidak benar apabila pipa air tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 5 dan 6. fungsi pipa air tersebut sebenarnya sudah selesai digunakan pada saat pengerjaan pemboran R1 dan R2″, tukasnya kembali.

Lagi dikatakannya kembali, pipa tersebut mengganggu aktivitas pekerjaan pelebaran jalan yang dilakukan oleh pemerintah desa Sedangan Kecamatan Tompaso.

” Pemerintah Desa Sedangan saat inu sedang melakukan aktivitas pelebaran jalan, dan dengan keadaan pipa air yang demikian tentunya sangat menghambat lalulintas dan pembangunan pelebaran jalan Desan Sendangan. Sesuai ESIA (Enviromental Social Impact Assessment/ Kajian dampak lingkungan dan sosial) keberadaan pipa tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kami sudah berkonsultasi dengan pakar PGE, bahwa keberadaan pipa air tersebut sudah tidak berguna untuk PLTP 5 dan 6, kalau ada pemboran baru di daerah Tompaso Raya, pasti menggunakan pipa air yang berbeda,”. (yudi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.